Author Archives: mumox

Germas dan Hari Kesehatan Nasional

Hari Kesehatan Nasional hari ini diperingati dengan… jreng jreng.. kan makan! Sebenarnya ada acara senam dan jalan santai massal. Namun berhubung saya telat datang, saya dibebastugaskan dari seremonial tersebut, berganti jadi pembantu umum, mulai angkat-angkat sampah sampai cip icip masakan. Menu HKN tahun ini adalah menu sehat germas, buah-buahan hingga makanan berat yang direbus. Tiba saatnya istirahat, saya kebagian semangkuk besar sop ubi. Piring default sudah habis dan belum tercuci, berganti mangkuk raksasa ini. Selamat Hari Kesehatan Nasional, sehat keluargaku sehat negeriku.

Iklan

Kuaci

Kuaci, atau kwaci, atau kuihuazi? Harga murah meriahnya bikin ketagihan. Entah apa nama bakunya, entah siapa penemunya. Yang jelas, kuaci enak rasanya, dicemil-cemil saat lagi galau atau bete. Coba saja membelah kuaci sambil melamun, niscaya jadi kesibukan dan keasyikan tersendiri. Dijamin lamunan anda akan khusyuk hingga biji kuaci terakhir. Lain cerita jika isi kuaci sudah di depan bibir siap kunyah namun tiba-tiba terjatuh, lamunan spontan buyar, bisa jadi berganti kesedihan. Seperti tadi, sudah 3 isi kuaci yang jatuh, sakitnya tuh disini. #elusdada


Pallu Mara Bolu

Pallu Mara ikan bolu, inilah salah satu menu favorit saya. Menu olahan ikan yang sangat sederhana, namun kadang yang sederhanalah yang menggugah selera makan. Walaupun sederhana, saya sendiri belum pernah memasaknya. Kadang pallu mara seperti ini dibuat Mbayyah, atau mamak. Paling sering menu rantangan kantor. Kalau menu kantor seperti ini, tak perlu tempo lama menghabiskannya. Kebetulan ada kelebihan rantangan hari ini, kami sekantor berebut lauk untuk dibawa pulang, istilahnya KOLOMBUS, kelompok pembungkus. Alhamdulillah saya kebagian, jadi lauk makan malam lezat hari ini.


Dua Telur dan Nasi Putih

​Lapar, hujan, dan jomblo berkolaborasi menjadikan saya membuat telur ceplok a.k.a telur mata sapi sebagai pendamping nasi putih malam ini. Sebenarnya mau keluar cari makanan, mumpung malam ini menjomblo tanpa kekasih menemani (baca: memasak). Menu makan malam minimal lauk ikan sebagai sumber protein hewani.  Saya sudah eneg makan telur dari pagi, Sar pun sudah mewanti-wanti jangan kebanyakan makan telur, kolesterol di kuningnya itu loh. Tapi hujan menghalangi niat suci. Akhirnya telur lagi, telur lagi menemani nasi putih. Dua telur sepiring nasi putih.


Romantisme Hujan

Gerimis mengundang, lalu hujan. Hal romantis kadang lahir saat hujan. Berpayung berdua dengan yang terkasih adalah salah dua hal paling romantis saat hujan. Salah satunya? Naik motor berdua dengan selingkuhan, hujan-hujanan tanpa jas hujan, basah-basahan, tanpa ketahuan. Hah! Puisi romantis kadang lahir juga dari kondisi hujan, alih-alih puisi sedih berbalut luka bagi jamaah jomblo yang belum pernah merasakan pacaran, atau masih hangat-hangatnya ditinggal putus sang mantan, malam minggu pula. Tiba-tiba “kreatif” gara-gara hujan. Sore-sore terjebak hujan jadinya mau berpuisi tapi… ah sudahlah..


Hard to Feel

breathing so hard. i know you are right. we cant be together. love is forever. throw it all way for the last time. make it go away. and i just want to feel. try to believe. i’m look in to your eyes. i’m look in to your heart. say u dont leave me, dont leave. it’s hard to feel. dont leave me. it’s hard to feel. sing for the last time. listen what i say. we cant be together. love is forever.


Segelas Susu Kopi

Kopi hitam dan susu kental manis saya stock di laci sejak pekan kemarin. Setelah niatan puasa kopi demi mengecilkan perut yang semakin buncit ini gagal total, saya mulai gandrung kembali dengan kopi plus susu. Awalnya pesan kopi susu di kantin dadakan kantor sebelah, enak sih tapi lumayan hemat kalau beli bikin sendiri. Stock susu kopi saya biarkan di atas meja, biar bisa dinikmati tetangga meja. Hitung-hitung beramal, tanpa niat membuat orang jauh dari hidup sehat. Segelas susu kopi pagi menemani hari ini.