Kuaci

Kuaci, atau kwaci, atau kuihuazi? Harga murah meriahnya bikin ketagihan. Entah apa nama bakunya, entah siapa penemunya. Yang jelas, kuaci enak rasanya, dicemil-cemil saat lagi galau atau bete. Coba saja membelah kuaci sambil melamun, niscaya jadi kesibukan dan keasyikan tersendiri. Dijamin lamunan anda akan khusyuk hingga biji kuaci terakhir. Lain cerita jika isi kuaci sudah di depan bibir siap kunyah namun tiba-tiba terjatuh, lamunan spontan buyar, bisa jadi berganti kesedihan. Seperti tadi, sudah 3 isi kuaci yang jatuh, sakitnya tuh disini. #elusdada

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: