Pusat Kota

Tinggal di pusat kota seperti Jakarta Pusat bagaimana rasanya yah? Adakah “rakyat jelata” yang tinggal menetap disini, berbagi oksigen dengan istana negara contohnya, atau bersebelahan tembok dengan hotel berbintang sekian? Saya bisa bayangkan property disini minta ampun harganya. Saya yang rakyat jelata dari pinggiran kota tak bisa membayangkannya. Bagaimana interaksi antar warga? Nafsi nafsi, kau kau, saya saya. Tentu pemandangan yang sangat kontras nan senjang akan tampak. Di lorong rakyat jelata penuh jemuran, di hotel sebelah asyik berenang. Sepertinya tak ada “rumah”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: