Terpaksa Ikhlas

Bunga Ilalang

Setelah lama dipikir-pikir, akhirnya saya memutuskan untuk membayar “sumbangan” uang alumni, Insya Allah dengan ikhlas. Semoga “sumbangan” yang konon akan dijadikan kursi ini bernilai ibadah, dan berguna bagi pengembangan alumni dimasa mendatang. Awalnya banyak perdebatan (dalam hati saya saja, mbatin) soal sumbangan ini. Selain karena besarannya, juga soal “cara meminta”nya. Terkesan dipaksakan dan membebani. Saya membayangkan jika yang dimintai sumbangan adalah mahasiswa yang belum berpenghasilan sendiri, sungguh nelangsa hidupnya jelang wisuda. Ah sudahlah, hitung-hitung sumbangan ini juga sebagai wujud syukur selesainya studi.

Iklan

2 responses to “Terpaksa Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: