Kursi yang Tak Dirindukan

Seikhlasnya

Selembar kertas ini yang membebani nurani. Sudah sebulan lebih kertas ini menghuni dompet, menebalkannya, diberikan oleh staf prodi yang mengurusi tetek bengek perkuliahan hingga perwisudaan. Kemarin sang staf hanya mengingatkan kalau berkas wisuda tak akan dia kelarkan jika saya belum membayar ini (padahal saya sudah menandatangani surat pernyataan akan mengikuti wisuda). Saya diam saja, berusaha mengulur waktu membayar. Bukan soal besarnya, tapi caranya. Sumbangan itu seikhlasnya, tanpa ancaman! Ancamannya pun tak main-main. Soal wisuda yang selama ini dijalani prosesnya dengan penuh sabar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: