Kacang Mente Nenek (1)

Satu Kacang Mente

Syahdan di sebuah kampung, hiduplah seorang nenek tua sebatang kara. Lebaran tiba, ramailah anak-anak kampung ziarah ke rumah sang nenek. Hidangan andalan nenek, setoples kacang mente sudah siap di atas meja. Percakapan hangat terjadi antara nenek dan beberapa anak kecil yang bertamu ke rumah nenek.
Nenek: “Dimakan nak kacangnya”, sambil membuka toples.
Anak 1: Mengambil beberapa kacang, memakannya, lalu berkomentar, “Enak kacangnya nek”
Anak 2: “Iya nek, enak bingits!” sahutnya tak mau kalah.
Nenek: “Alhamdulillah kalau masih enak nak, ayo dimakan lagi…”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: