Bentor Butut

Pebentor

Setelah sekian lama saya merasakan lagi naik bentor, sendiri. Dari rumah P menuju tempat service mobil, sekitar tiga kilometerlah. Tarif 20 ribu, tapi saya tawar jadi 15 ribu. Teganya diriku menawar lagi, padahal 20 ribu itu sudah tarif normal. Pebentor hanya mau kalau 17 ribu. Saya bergegas naik. Motornya sudah butut, pebentor menyuruh duduk di tengah biar seimbang dan bisa lari kencang. Tapi, jalannya tak kunjung kencang, hanya 20 km perjam. Lima belas menit baru sampai tujuan, saya bayar normal, kasihan bapaknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: