Stress on the way

Stress on the way

Seluruh badan terasa remuk, terutama bagian paha sampai ujung kaki. Keluar rumah sejak jam lima sore, baru sampai kembali ke rumah setengah delapan. Dua setengah jam on the way yang jaraknya hanya sekitar 30 kilometer membuat stress. Itulah mengapa saya sebenarnya malas nyetir mobil, apalagi mobil manual, di tengah kemacetan pula. Apa boleh bikin, lebih baik setengah mati nyetir mobil daripada setengah hidup bawa motor di tengah hujan deras. Saya bisa bayangkan bagaimana stressnya warga Jakarta yang tiap hari menghadapi kondisi ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: