Monthly Archives: Juni 2015

Foto Dulu, Edit Kemudian

Foto Bunga Hitam Putih

Saatnya sesi foto ijazah, dengan pakaian seadanya saya bergegas ke studio foto dekat kampus. Saya khawatir menunda hajat ini, mumpung ada waktu luang. Saya tak membawa pakaian kebesaran untuk foto ini. Semuanya disediakan studio foto. Jadilah saya berfoto dengan pakaian bawaan studio, lusuh dekil tak pernah dicuci apalagi diberi pewangi. Saya pakai saja, toh ujung-ujungnya foto bisa diedit. Era olah digital sekarang ini memungkinkan gambar apa saja bisa dibuat. Tapi, semoga wajah bisa dibuat sedikit lebih tampan. Seminggu berlalu, ternyata fotonya kurang.


Balas Dendam Puasa

Ikan hasil balas dendam

Balas dendam saat berbuka puasa, mungkin semua orang pernah melakukannya, atas nama nafsu. Hampir semua jenis makanan mau ditelan saat berpuasa. Godaan iklan sirup ataupun penjual es kelapa di pinggir jalan menjadi pemicunya. Tiba saatnya berbuka puasa, tak semuanya bisa melewati kerongkongan. Segelas air dan sepotong kue sudah cukup menghapus dahaga dan mereduksi rasa lapar. Ada yang gratisan buka puasa, makan di restoran bersama keluarga. Ikan, udang, kepiting, cumi berbaur bersama nasi dan jus sirsak. Alhamdulillah. Tapi, itu kemarin. Lain hari ini.


Logika Tanpa Logistik

logika tanpa logistik

Logistik mempengaruhi logika, sudah adakah penelitian tentang dua variabel ini? Bagaimana pengaruhnya? Positif atau negatif? Kerangka teorinya sederhana saja. Logistik dalam hal ini asupan gizi sangat penting bagi regenerasi sel tubuh, termasuk otak. Cari saja tinjauan pustaka tentang jumlah kalori yang dibutuhkan untuk tetap membuat otak stabil berpikir. Berapa batas atas dan batas bawahnya, pikirkan juga soal kualitas dan kuantitas cakupan gizi tersebut, ada dalam makanan apa saja dengan jumlah berapa. Saya sedang kekurangan logistik menulis ini, logika tidak jalan. Tulisan ngaco.


Sabar Ataoe Mati

sabar

Sabar adalah setengah pencapaian hidup, puasa adalah setengah pencapaian sabar. Jadi, puasa adalah sepertiga pencapaian hidup. Sabar, mudah ditulis tapi berat dilakukan. Dalam kondisi apapun, kita pasti dihadapkan dalam pilihan antara sabar dan tidak sabar. Hari ini saya berusaha sabar. Mesti ke kampus padahal libur, sabar. Diasapi truk, sabar. Macet, sabar. Menunggu dosen, sabar. Printer rusak, sabar. Naik turun tangga, sabar. Mengurus jurnal, sabar. Dikerjai, sabar. Dompet menipis, sabar. Sabar itu tak berbatas, kalo berbatas bukan lagi sabar namanya. Semoga disayang Tuhan.


Buka Puasa Apa Hari Ini?

Hunting Takjil

Jelang buka puasa, ibu-ibu (yang sayang suaminya) selalu bingung mau berbuka puasa apa. Kalau bisa dibeli, mungkin seisi pasar akan dibelinya, demi kebahagiaan keluarganya (terlebih lagi, suaminya). Sayangnya, perut tak mungkin terisi semua makanan, nafsu manusialah yang tak pernah cukup. Yakin saja banyak makanan tersisa jika seisi pasar dibeli. Sayangnya lagi, isi dompet kadang tak sanggup membeli banyak makanan, secukupnya saja. Istri yang pandai saat Ramadhan adalah yang sanggup menjaga ekuilibrium antara kebutuhan perut dan isi dompet. Makanan tak bersisa adalah indikatornya.


Semangat Menulis Angin-anginan

Kampus Ungu 2015

Menulis itu susah, walaupun sekedar menuangkan isi kepala. Saya sudah merasakannya, berusaha menulis minimal satu postingan (status, curhat, atau apa saja) setiap hari. Saya masih berpikir panjang mencari ide tulisan, banyak hal yang mesti dipikirkan sebelum mempublish sebuah tulisan. Saya bayangkan kelak anak cucu saya membaca tulisan-tulisan di blog ini. Pasti mereka kecewa jika saya menulis serampangan, saya akan kehilangan rasa hormat dari mereka. Memang hari-hari belakangan adalah masa sulit, stress, blank. Tadi Alhamdulillah seminar hasil penelitian, walaupun babak belur namun lega.


Juve vs Barca

Juve vs Barca

Setidaksuka-tidaksukanya pada Juventus, lebih benci saya pada Barcelona. Mengapa? Saya benci Juve karena masa lalunya yang dominan padahal terkait skandal, sekarang saya menaruh respek pada Evra, Pirlo, Buffon, dan Morata. Dominannya Barca di Eropa dengan Messi-nya, dan mengalahkan MU (tim favorit saya) di Final Champions dulu membuat saya benci sebenci-bencinya pada Barca. Ya, saya anti kemapanan. Bagaimana saat kedua tim bertemu di Final Liga Champions 2015? Barca jauh diunggulkan dengan trio macan MSN-nya. Semoga Juve menang. Babak pertama usai, Juve tertinggal 0-1.