Obat Puyeng

Pulang-pulang, lelah baru terasa saat sampai di rumah Papa Boss. Semakin lelah saat yang diharapkan menyambut ternyata belum pulang juga. Lelah berkali lipat saat si kecil Khal rewel, meminta sesuatu yang sepertinya mustahil diwujudkan. Khal mau ke sekolah, main-main, padahal sekolah kan sudah tutup sore begini. Rewelnya minta ampun, sampai teriak-teriak. Puyeng bukan? Sebagai ayah, saya hanya memberitahunya baik-baik, sambil mbatin dan menghela nafas pendek. Daripada makin puyeng, lebih baik mengutak-atik gawai, melihat hasil foto hari ini. Karst Rammang-Rammang ini favorit saya.

Iklan

Langit Merah Senja

Saya selalu terpesona dengan pemandangan senja. Ada rasa unik, khusyuk saat langit memerah di ujung barat saat matahari terbenam. Rasanya seperti di negeri antah berantah, seperti dalam mimpi. Kalau sedang di jalan (kebanyakan sedang dalam perjalanan pulang dari kerja) dan ada kesempatan berhenti, saya menepikan motor dan memotret langit senja seperti ini. Walaupun kabel listrik sedikit mengganggu pemandangan, saya tetap menikmatinya. Dimana pun, selama tidak mendung apalagi hujan, pemandangan senja pasti sama indahnya. Masya Allah, semoga masih diberi usia untuk menikmati bumiNya.


Photoshop Express: Gleam

Banyak pilihan editing foto secara instan. Selain editing foto yang ekstrim seperti sketsa, ada juga yang edit foto sederhana dan alami sebatas pengaturan kontras dan warna. Saat ini saya lagi suka-senangnya editing foto dengan Photoshop Express. Pun tidak semua mode saya pakai, hanya modus Gleam yang paling sering terpakai. Dengan Gleam, hasil foto tampak lebih terang. Contohlah foto sawah ini yang sebelumnya tampak kusam, setelah dipermak jadilah sawah tampak lebih hijau dan langit seakan lebih biru. Foto sebelumnya juga pakai mode ini.


Kota Metro Makassar

Kota Makassar difoto dari ketinggian tampaknya belum seperti kota metropolitan (bahkan megapolitan). Gedung tinggi masih seiprit, mungkin malah tidak ada gedung (pencakar langit). Ataukah ngambil fotonya terlalu tinggi? Ah tidak juga. Foto ini dari lantai 16 sebuah hotel di pusat kota Makassar. Beda pemandangannya kalau di Jakarta atau Tokyo, pencakar langit disana-sini menghalangi hamparan pemandangan. Gungung yang sangat jauh itu (mungkin gunung Bawakaraeng atau Latimojong atau Lompobattang atau Bulusaraung) masih bisa kelihatan. Langitpun masih terlihat sedikit biru. Diedit seadanya biar sedikit keren.


Secangkir Susukopi

Secangkir susu kopi melepas penat setelah seharian nguli. Kalau di warkop, pesan kopi porsi demikian disebut “kopi kecil”. Sedikit lebih besar dari cangkir ini disebut “kopi besar”, walaupun beda antara yang besar dan yang kecil cukup tipis, mungkin hanya seteguk. Kalau di warkop tak lama, saya pesan yang kecil saja. Malam ini yang kecil juga, buat sendiri. Kemarin dulu segelas kopi superbesar, mungkin sekira 500 ml, diseruput sampai pagi dengan jeda tidur. Kopi kecil ini mungkin saya seruput satu jam saja. Mau?


Germas dan Hari Kesehatan Nasional

Hari Kesehatan Nasional hari ini diperingati dengan… jreng jreng.. kan makan! Sebenarnya ada acara senam dan jalan santai massal. Namun berhubung saya telat datang, saya dibebastugaskan dari seremonial tersebut, berganti jadi pembantu umum, mulai angkat-angkat sampah sampai cip icip masakan. Menu HKN tahun ini adalah menu sehat germas, buah-buahan hingga makanan berat yang direbus. Tiba saatnya istirahat, saya kebagian semangkuk besar sop ubi. Piring default sudah habis dan belum tercuci, berganti mangkuk raksasa ini. Selamat Hari Kesehatan Nasional, sehat keluargaku sehat negeriku.


Kuaci

Kuaci, atau kwaci, atau kuihuazi? Harga murah meriahnya bikin ketagihan. Entah apa nama bakunya, entah siapa penemunya. Yang jelas, kuaci enak rasanya, dicemil-cemil saat lagi galau atau bete. Coba saja membelah kuaci sambil melamun, niscaya jadi kesibukan dan keasyikan tersendiri. Dijamin lamunan anda akan khusyuk hingga biji kuaci terakhir. Lain cerita jika isi kuaci sudah di depan bibir siap kunyah namun tiba-tiba terjatuh, lamunan spontan buyar, bisa jadi berganti kesedihan. Seperti tadi, sudah 3 isi kuaci yang jatuh, sakitnya tuh disini. #elusdada